TIM BANTUAN MEDIS 110 FK UMI
Sejarah

Cikal bakal berdirinya Tim bantuan Medis 110 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia diawali dengan ikutnya tiga orang mahasiswa FK UMI dalam pendidikan dan latihan Korps Sukarela Palang Merah Indinesa, yaitu Annas Ahmad Maemal, Reza C. Noor dan Evi Mustikawati Arifin. Disadari bahwa pengetahuan medis sebagai disiplin ilmu mahasiswa kedokteran harus diamalkan sebagi wujud peduli kemanusiaan, khususnya pada keadaan emergency yang membutuhkan bantuan medis, sehingga ketiganya menggagas sebuah organisasi serupa yang akan menghimpun mahasiswa kedokteran yang memiliki minat dan abakat di bidang bantuan medis.

Tahun 1995 Senat Mahasiswa FK UMI memandat ketiga orang tersebut bersama dua orang dari anggoa depertemen Minat dan Bakat Senat Mahasiswa yakni Didin Rohidin dan Darmawati untuk mengikuti JAMBORE NASIONAL III Tim Bantuan Medis Indonesia yanng diselenggarakan oleh Atlas Medical Pioneer Universitas Padjajaran di Bandung Jawa Barat. Selanjutnya lima orang inilah yang mendeklarasikan berdirinya Tim Bantuan Medis FK UMI di atas gunung Tangkuban Perahu Jawa Barat pada tanggal 24 Oktober 1995.

Tanggal 6 Agustus 1996 Senat Mahasiswa FK UMI memandat saudara Annas Ahmad Maemal, Reza C. Noor, Evi Mustikawati Arifin, Didin Rohidin dan Darmawati untuk merintis pembentukan TBM FK UMI. Tanggal 4-10 Agustus 1997 dilaksanakan pendidikan dan Latihan angkatan pertama di Malino yang diikuti oleh 35 peserta, dan dilanjutkan dengan Musyawarah Anggota pertama sehingga terbentuklah Badan Organisasi beserta kepengurusannya dengan A.Irwansyah Ahmad sebagai ketua umum. Pada tanggal 8 Agustus 1996, TBM 110 diterima sebagai anggota penuh PTBMMKI dan kesepakatan bersama ditetapkan sebagai hari lahirnya TBM 110 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar.

Berlandaskan kode Fakultas Kedokteran UMI, maka TBM menyandang 110 sebagai nama organisasi. Dipilihanya 110 sebagai kode fakultaspun berdasarkan surah Al-Imran ayat 110 yang artinya "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq."

Selama awal perkembangannya, TBM mengalami banyak tantangan untuk menjalankan organisasi yang saat itu masih baru. Perjuangan itu dimulai dengan membentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Tumah Tangga. Banyak masalah yang harus dihadapi diawal berdirinya, bahkan pada tahun 2007 terjadi pergantian lambang TBM 110. Tahap demi tahap dilalui untuk mengepakkan sayap organisasi seperti menjadi panitia pelaksana pada Musyawarah Nasional 7 dan Jambore Nasional 13 pada tahun 2009 serta sukses melaksanakan Latihan Gabungan PTBMMKI Wilayah V pada tahun 2013. Hingga saat ini TBM 110 tetap aktif sebagai organisasi kemanusiaan terbukti dengan terlibatnya TBM 110 dalam kegiatan bakti sosial serta turun sebagai tim medis pada penanggulangan bencana misalnya Tsunami Aceh tahun 2004, Gempa Sigi 2012, Banjir Bandang Parigi 2012, dan masih banyak lagi.

Keberhasilan TBM 110 tidak lepas dari keterlibatan seluruh anggota serta dukungan dari pihak Fakultas Kedokteran dan Universitas Muslim Indonesia juga kerjasama yang terjalin dengan organisasi mitra. Catatan-catatan keberhasilan yang telah dicapai sampai saat ini diharapkan terus berlanjut karena TBM 110 akan terus melahirkan generasi-generasi yang akan mencatat sejarah baru.

1996 - 2017 | Tim Bantuan Medis 110 FK-UMI. All rights reserved.